Kibarkan Semangat Baru
Aprilia Ningsih
PPKn FKIP 2012
Buka kita buka hari yang baru
Sebagai semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru
Buka kita buka jalan yang baru
Tebarkan senyum wajah gembira
Dalam suasana baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Coba diam walau hanya tuk sejenak,
Dengarkan kata dari sgala yang ku ucap,
Ku jelang pagi ini nikmati damai di hati,
Dalam waktu penuh arti karena aku dicintai,
Ku ingat kemarin suasana tak bersemangat,
Namun kini ku jalani dan semua rasanya tepat,
Bersama kita coba wujudkan harapan,
Membuka jalan dalam gapai setiap tujuan.
    Lirik lagu semangat baru diatas dapat menjadi penyemangat baru bagi kita untuk terus berkontribusi dan turut aktif membawa UNS ke dapan yang lebih baik   
Universitas Sebelas Maret Surakarta genap berusia 37 tahun pada tanggal 11 Maret 2013 lalu. Tanah lapang yang dulunya tak terurus telah di sulap menjadi salah satu dari sepuluh universitas terbaik di negeri ini, tak lain adalah Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Segenap upaya perbaikan  menuju world class university  telah dilakukan UNS selama ini. Di usia yang tidak lagi muda ini, semangat yang membara terus mengerjab tanpa henti menuju UNS yang lebih baik dan lebih baik lagi.
Empat negara di dunia yang sudah selayaknya kita tiru keunggulannya dapat menjadi pembangkit spirit baru yaitu Jepang, Finlandia, Singapura dan Korea. Yang pertama adalah negeri matahari terbit, Jepang. Semangat meniru yang baik dan membuang yang buruk (Kaizen) patut dikembangkan di UNS. Sebagai mahasiswa yang aktif  haruslah dengan baik memperhatikan dan menanggapi pembelajaran dari dosen. Tidak semua yang disampaikan dosen itu yang paling benar. Berbagai sumber pembelajaran tersedia dimana-mana dari mulai perpustakaan, internet dan lewat berbagai media lainnya. Menjadi mahasiswa harus aktif dan kreatif karena mahasiswa adalah agen of change . Jangan sampai jadi mahasiswa yang hanya datang, duduk, diam dan dengarkan dosen saja. Kita harus bersungguh-sungguh belajar keras untuk kemudian menjadi pakar pakar sejati. Pakar pendidikan, ilmuan, teknisi, sastrawan dan berbagai pakar lainnya. Orang Jepang percaya bahwa di dunia ini “tidak ada bakat,” mungkin hal ini dapat dijadikan cambuk semangat baru. Kita tidak boleh berkata tidak mampu dengan alasan “tidak berbakat.” Yakinlah bahwa kita pasti bisa mengharumkan UNS dan memperbaiki Indonesia melalui semangat Kaizen.
Yang kedua adalah Finlandia, negara dengan kualitas pendidikan nomor satu di dunia ini sangat luar biasa mendidik anak bangsanya. Pendidikan bukan menekankan pada nilai yang sempurna dan tidak pula mengharuskan anak untuk bisa ini dan itu. Kelebihan dari masing-masing anak adalah hal yang begitu berharga dan perlu dikembangkan. Guru –guru disana adalah orang-orang terpilih mengingat di Finlandia, profesi guru adalah profesi yang prestise dan begitu dijunjung tinggi. Sebagai mahasiswa yang tentunya sudah masuk ke dalam jurusan yang diminatinya, kita harus mengoptimalkan segenap potensi yang kita punya dan tentunya mengaplikasiknnya dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya saja mahasiswa FKIP yang mencoba mengaplikasikan pengetahuannya dengan mengajar TPA, membimbing les atau pun kegiatan pembelajaran lainnya. Menjadi mahasiswa yang berkarakter kuat dan cerdas, mau membagi dan menebarkan manfaat akan ilmu yang telah di dapatnya selama bangku perkuliahan. Jika semua mahasiswa UNS mau membagi ilmunya dan senantiasa menebarkan manfaat maka tidak terbayang seberapa banyak orang yang tertolong karenanya.
Yang ketiga adalah Singapura. Negara yang ukurannya ribuan kali lebih kecil daripada Indonesia. Namun Singapura tidak bisa diremehkan dengan kecilnya wilayah yang mereka punya. Sebagai negara kecil, Singapura mampu membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Singapura juga telah berhasil menjadikan negaranya bersih dari sampah. Tentu saja bukan berarti Singapura itu negara kecil lantas mudah untuk menjadikannya hebat, namun itulah bentuk kedisiplinan yang berhasil dijunjung tinggi oleh bangsa Singapura. Melihat ke Indonesia yang wilayahnya teramat sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau tentu saja akan memerlukan proses yang cukup panjang.  Semua akan lebih mudah jika dimulai dari diri sendiri, membangun karakter yang kuat dari dalam kemudian menjdikan diri sebagai teladan bagi orang lain karena sebuah teladan jauh lebih berharga daripada ribuan nasehat. Singapura tidak hanya menggunakan otak namun juga moral yang tangguh. Peduli alam yang luar biasa. Sebagai bagian kecil dari Indonesia, mahasiswa UNS tentunya harus mulai sadar untuk mencintai lingkungan. Apalagi kampus kita adalah kampus yang go green.
Yang keempat adalah Korea. Negara ini begitu dikenal dengan gingsengnya. Tidak hanya itu, Korea memiliki rasa sopan santun dan semangat berjuang yang tinggi. Jika kita selaku bangsa Indonesia yang dikenal dunia dengan sopan-santun dan keramah-tamahannya ataupun selaku mahasiswa UNS yang dikenal kehalusan tutur katanya maka Korea yang tidak sebegitu membahananya justru lebih daripada kita. Dilihat dari segi sopan-santunnya, orang Korea saat bertemu orang lain begitu tunduk hormatnya. Mereka akan menggunakan kedua tangan mereka untuk memberi dan meminta pada orang lain. Mereka juga memiliki tingkatan kesopanan bahasa seperti orang jawa. Tidak hanya itu, orang Korea juga sangat memperhatikan sopan-santun dalam hal menyapa, dari mulai kakak, adik dan orang lain. Semuanya memiliki panggilan sendiri sesuai umur mereka. Dalam hal meminta dan memberi, mereka menggunakan kdua tangan mereka untuk melakukannya. Kita sebagai bangsa Indonesia khususnya orang Jawa justru sering menyepelekannya. Korea memiliki jiwa yang pekerja keras dan menghargai orang lain yang juga telah bekerja keras. Dalam sebuah drama korea dikatakan bahwa “a miracle is another name of an effort.” Jadi intinya kita akan dapat menggapai apa yang kita inginkan dengan kerja keras kia sendiri atau dalam bahasa Inggris “where there is a will there is a way.” Semangat “Fighting” juga selalu dikibarkan negeri  gingseng itu setiap kali mereka akan melakukan dan memulai perjuangannya.
Jika hal baik dari keempat negara diatas kita tiru maka kampus tercinta kita, Universitas Sebelas Maret pasti bisa menjadi kampus yang lebih baik menuju world class university. Semangat kerja keras Jepang, pendidikan kualitas dunia Finlandia, ketangguhan otak dan moral Singapura serta semangat juang Korea patut untuk diterapkan mulai dari diri sendiri. Semuanya dipadu menjadi satu menjadi semangat baru UNS di usianya yang telah beranjak 37 tahun.
Salam Perubahan !
Salam Revolusi !


Komentar

Postingan Populer